Minggu, 29 Januari 2012

Indonesia Segera Menjadi Negara Adidaya

Sesungguhnya negeri kita tercinta ini bisa mengubah statusnya menjadi negara adidaya seperti Amerika Serikat apabila ada perubahan oleh rakyatnya sendiri, karena negeri ini milik rakyat kita sendiri, bukan milik siapa-siapa.

Indonesia akan menjadi negara adidaya apabila :


1. Rakyatnya Jujur

Bisa kita lihat para pejabat yang sesungguhnya apabila ditelaah maka gaji mereka tidak akan cukup untuk membeli rumah mewah dan mobil-mobil mewah. Coba lihat, adakah pejabat yang cuma punya 1 mobil? (Di luar mobil dinas, tentunya.) Masyarakat kita telah ditipu daya dengan doktrin yang membuat mereka berpikir bahwa pejabat mampu membeli semua barang mewah tersebut karena gajinya besar. Tapi jika anda lihat kenyataannya, maka anda akan bingung, kok bisa gaji yang sebesar itu bisa membeli barang yang harusnya hanya bisa didapat orang super kaya?

2. Rakyatnya Mau Melawan Arus

Sebagian besar, malah hampir semua kalangan masyarakat hanya bisa mengikuti arus, mengikuti trend. Blackberry, fixie, behel, celana jeans jutaan hanyalah sebagian contoh kecil bukti bahwa masyarakat kita gampang termakan trend yang ujung-ujungnya akan menguntungkan pihak luar. Kenapa kita selalu mengikuti trend dari luar, terutama Amerika? Sampai saat ini, saya rasa Indonesia masih dijajah Amerika, bukan dalam bentuk militer maupun kedaulatan, tapi dalam bentuk moral, budaya, dan ideologi. Sebagian besar kaum muda mempunya mindset bahwa segala sesuatu yang impor, terutama dari Amerika, adalah yang terbaik. Jika kita terus mendukung mereka, kapan negara kita akan menjadi trendsetter?

3. Rakyatnya Aplikatif

Indonesia, menurut saya, mempunyai kurikulum pendidikan yang tinggi dibanding negara-negara lain. Tapi kenapa, justru ilmuwan-ilmuwan dan orang sukses yang terkenal kebanyakan dari Barat? Kenapa tidak dari Indonesia? Kan lulusannya banyak yang S3? Menurut saya, mereka (orang Barat) hanya tahu sedikit, sedangkan kita tahu banyak, kita lebih pintar. Tapi, mereka mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, mereka berinovasi. Sedangkan kita, lulus S3 langsung cari kerja, menerima gaji besar dari perusahaan asing, atau malah bekerja di luar negeri. Inovator di sini masih belum begitu dihargai, yang dihargai adalah orang yang mempunyai gaji besar. Jika saya punya perusahaan nanti, Insyaallah inovator-inovator tersebut akan saya beri penghargaan yang layak di perusahaan saya nanti.

4. Rakyatnya Objektif

Dalam menilai sesuatu, saya masih merasakan orang-orang di sekitar masih kurang objektif dalam menilai. Saya akan ambil contoh, ketika seoarang seleb ternama mengenakan celana jeans, orang-orang mungkin akan bilang bahwa celana jeans tersebut sangat 'kece', padahal menurut saya itu biasa saja. Hanya sepotong celana jeans, terus kenapa? Menurut saya, yang bikin celana jeans tersebut kece adalah karena yang memakainya adalah seorang seleb yang notabene mungkin memang tampan/cantik. Jika ingin menilai sesuatu, cobalah untuk menilai seobjektif mungkin. Kalo memang terlihat tidak bagus, katakan saja tidak bagus, walaupun yang memakai adalah seleb idola anda.

5. Rakyatnya Mandiri

Dalam hal ini, saya akan mengkaitkannya dengan konteks ekonomi, seperti misalnya banyak barang-barang impor yang beredar di Indonesia. Barang-barang seperti mobil, sepeda motor, atau alat elektronik menurut saya masih dalam batas wajar apabila diimpor. Namun lain halnya kalau yang diimpor adalah beras, mainan anak, sepeda, sepatu, bahkan baju! Ya, baju. Indonesia merupakan negara tekstil yang besar di dunia. Tahukan anda, bahwa brand-brand Internasional seperti Nike, Adidas, Puma mempunyai produk yang diproduksi di Asia? Tahukah anda, Indonesia juga memproduksi sepatu, celana, baju, jaket, dan topi untuk brand-brand tersebut? Lantas, berarti Indonesia bukan negara abal-abal dalam bidang tekstil. Lalu mengapa masih banyak orang yang bangga memakai produk luar? Jujur saya punya brand-brand di atas, namun saya biasa saja apabila memakainya, tidak bangga.

Rasa bangga yang berlebihan terhadap produk luar lah yang membuat industri lokal susah berkembang. Bayangkan, masa untuk baju, celana dan sepatu saja mesti impor? Saya salut dengan Polygon, yang mampu memproduksi sepeda lokal dengan kualitas tinggi, sedikit disayangkan beberapa aksesorisnya masih menggunakan brand luar. Apabila seluruh bagian sepeda tersebut dibuat di Indonesia, oleh orang Indonesia, dan menggunakan brand Indonesia, saya akan sangat bangga mengendarai sepeda Polygon. Industri lokal harus didukung, kita bisa memulainya dengan membeli produk lokal, tidak usah fanatik, karena globalisasi memastikan bahwa akan selalu ada produk luar yang masuk, tapi setidaknya, produk lokal bisa bersaing dengan gagah dengan produk luar.

6. Rakyatnya Mau Berubah

Ini dia salah satu masalah yang dihadapi bangsa ini, susah berubah. Berubah memang memerlukan energi dan komponen-kompenen yang dibutuhkan. Sekarang, kita masih menggunakan produk asing dan budaya asing. Kemudian, kita bisa berubah setahap lebih maju, yakni produk lokal dan masih budaya asing. Bukan tidak mungkin kita akan berubah lagi, yaitu menggunakan produk lokal dan budaya lokal. Di tahap ini, Indonesia akan mempunyai nama yang disegani di dunia.

7. Rakyatnya Berani Berimajinasi

Suatu ketika, saya pernah bercerita bahwa saya akan menciptakan mobil yang bisa terbang, terbang layaknya mobil di film MIB. Dan kemudian, lawan bicara saya malah menertawainya. Dia bilang itu tidak mungkin. Lalu saya balas dengan bertanya, darimana asalnya pesawat terbang? Ada begitu saja kah? Lalu saya mulai menjelaskan pada dia bahwa segala sesuatu yang bersifat inovatif berawal dari imajinasi. Apabila manusia tidak memimpikan bisa terbang, bukan tidak mungkin sampai sekarang tidak akan ada pesawat. Apabila manusia tidak memimpikan bisa berkomunikasi dari jauh tanpa kabel, maka HP pun tidak akan ada. Semua berawal dari imajinasi. Seaneh apapun, segila apapun, semustahil apapun, sekonyol apapun, itu tetap imajinasi anda, tidak ada yang bisa merebutnya. Jadilah berani untuk berimajinasi.

Apabila rakyat Indonesia sudah memenuhi kriteria di atas, kemungkinan Indonesia menjadi negara Adidaya menggantikan Amerika Serikat sangatlah mungkin. Sesungguhnya pemerintah dan sistem pemerintahan hanya berperan kecil dalam menentukan kesuksesan suatu bangsa. Rakyatlah yang menentukan kesuksesan suatu bangsa, karena bangsa ini didirikan oleh rakyat sendiri dan dijalankan oleh rakyat.

"Dunia ini, tergantung bagaimana anda memandangnya." ~ Reza Winandar